sarang laba-laba

semoga para laba-laba yang terhubung lewat jaring dunia maya menikmati ruang ini.
saya titipkan pada mereka naskah dalam lemari besi. suatu hari nanti, saya mampir lagi.

pesan damai buat bang napi

benar, mencintai memang bukan dosa besar, tapi mencintai orang yang (masih) mencintai orang lain adalah sebuah hal yang menjijikkan. elegi patah hati. pelakunya mungkin sedang berusaha kembali menjejak bumi. 

dari sekian banyak minuman beralkohol dengan berbagai takaran, cinta yang hanya bersisa 2% pun bisa begitu memabukkan. ah benar, apapun yang bermetamorfosa menjadi kenangan bisa begitu menyesakkan. coba letakkan jemarimu di atas tuts keyboard dan biarkan imajimu mengembara di gelap yang menguasai kepala.

bicara mengenai emosi dan patah hati, saya kenal seorang kawan yang begitu hebat. yang bahkan kata "sukses" seakan tergambar jelas di jidatnya. tapi, ya namanya realita, patah hati memang bukan masalah sederhana. saat ini dia tidak lebih baik daripada seorang idealis konyol yang sedang berjuang melawan ketidakstabilan emosi.
That a broken heart is blind
saya mengenalnya sebagai seorang pemimpi kelas kakap, perencana kelas hiu, dan pengeksekusi kelas paus biru. dia yang tidak pernah terlihat sendiri dan begitu seterusnya hingga dia dibodohi idealismenya sendiri. disentilah hatinya dengan sepi.

dia masih jadi lelaki yang dipuja gadis-gadis modis. tinggal bilang iya dan si gadispun akan membuka tabir tipis di hatinya. cukup, jangan tanya saya apa yang ada di balik tabir tipis yang terbuka itu. ah, kawanku kamu tidak seelegen dulu lagi. bukan bermaksud menjelek-jelekanmu, tapi saya sedang kehilangan panutan untuk dikagumi. ingatlah bagaimana semesta selalu berpihak padamu kawan. bagaimana kebetulan-kebetulan yang "nggateli" selalu membuatmu terlihat bak clint eastwood. kamu yang selalu membuat saya iri karena bisa melalang buana kemana angin berkata. mungkin sekarang kamu terlalu banyak tidur siang, lalu bermimpi hingga lupa bahwa semesta ini tidak statis, kita tidak bisa konstan di satu titik. saya mengenalmu sebagai seseorang yang berani. bukan seorang yang mudah tersulut api emosi. marahlah, tapi dengan penuh gaya. ubah jadi tawa yang bisa kami baca. bukan sindiran-sindiran nista ala abg dalam linimasa

jagalah apa yang pantas kamu jaga. tinggalkan apa yang tidak pantas kamu bawa. dan biarkan bunga-bunga kuning yang jatuh dari pohon trembesi menghapus jejak amarah dan kegalauanmu hari ini. #salamskripsi